Gambar Ilustrasi

Triznesia.com – Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di isukan terlibat dalam lingkaran bisnis polymerase chain reaction (PCR).

Dugaan keterlibatan mendapat keuntungan dari pengadaan tes Covid-19 ini berasal dari dua perusahaan yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi, yang di dalamnya masih terdapat kepemilikan saham milikvLuhut.

Kemudian, kedua perusahaan tersebut tertarik untuk berinvestasi di PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI). GSI adalah laboratorium yang bergerak menyediakan fasilitas testing Covid-19.

Baca Juga: 3 Penembak Dantim Bais di Aceh Di Ciduk

Benarkah Luhut telah merancang kebijakan penggunaan tes PCR sebagai syarat perjalanan agar mampu mendulang keuntungan?

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi membantah keterlibatan Luhut dalam pengadaan alat kesehatan, seperti PCR, antigen, serta skrining Covid-19.

“Sama sekali tidak benar. ya begitulah kalau oknum sudah hati dan pikirannya ingin menjatuhkan orang lain. Orang ingin berbuat baik pun dihajar dengan segala cara. Ini akan membuat pihak-pihak yang ingin tulus membantu dalam masa krisis enggan,” kata Jodi seperti di kutip dari laman Kompas.com, Selasa (2/11/2021).

Jodi mengatakan bahwa Luhut hanya memiliki saham kurang dari 10 persen di Toba Bumi Energi, anak perusahaan Toba Bara Sejahtera.

“Jadi, Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi,” imbuh dia.

Dugaan Luhut terlibat bisnis alat tes Covid-19 bermula dari ajakan para bos perusahaan besar yakni PT Indika Energy Tbk dan PT Adaro Energy Tbk untuk berinvestasi di GSI, sebab pada masa awal pandemi, penyediaan tes Covid-19 masih sulit.