toko ritel
Ilustrasi

Triznesia.com – Dukungan Pemerintah terhadap sektor ritel di berikan dengan menanggung Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) 10% atas sewa toko atau gerai pedagang eceran. Di jelaskan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa kontribusi ritel sangatlah besar.

Ia juga menjelaskan jika pertumbuhan ekonomi yang positif tidak lepas dari sektor perdagangan besar dan eceran yang kontribusinya dari aktivitas perdagangan ritel. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ritel di Indonesia yang terdiri dari pusat perbelanjaan dan toko swalayan pada tahun 2020 mencapai 2.133 unit.

“Besarnya jumlah ritel tersebut menunjukkan pentingnya peranan ritel dalam membangkitkan aktivitas perekonomian serta dalam pemenuhan kebutuhan konsumen,” kata Menko Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Dugaan Dosen UNRI ciumi para Mahasiswi

Demi membantu pengusaha ritel menghadapi tantangan di saat pandemi, pemerintah melakukan upaya untuk menjaga dan mendukung keberhasilan serta keberlangsungan usaha ritel melalui insentif fiskal yang telah di berikan.

Pemerintah memberikan insentif PPh 21, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25, Restitusi PPN. “PPN di tanggung Pemerintah (DTP) atas jasa Sewa,” katanya

Peran ritel lainnya yang tidak kalah penting adalah sebagai akses pasar bagi pelaku UMKM. Ritel telah menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM untuk dapat memasarkan produk-produknya.

Menko Airlangga mengharapkan kemitraan tersebut dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM sekaligus melakukan pembinaan terhadap branding, packaging, manajemen pemasaran, dan manajemen logistik, sehingga produk-produk UMKM bisa di kenal masyarakat dan mampu bersaing.

“Kolaborasi yang telah terjalin antara pelaku UMKM dan ritel di harapkan juga dapat menciptakan lapangan usaha baru dan menyerap tenaga kerja,” katanya.