Nirina Zubir Saat Konfer Jumpa Pers
nirina-zubir-4_43 Nirina Zubir Tipu Rp. 17 Miliar Oleh ART
Nirina Zubir Saat Konfer Jumpa Pers

TRIZNESIA.COM – Nirina Zubir berurai air mata saat bertemu dengan Riri Khasmita, mantan asisten rumah tangga (ART) ibundanya, Cut Indria Martini, yang telah merampas kepemilikan tanah ibunya senilai Rp. 17 Miliar. Nirina bertemu dengan Riri dalam kesempatan jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (18/11).

Pertemuan tersebut adalah pertemuan pertama setelah Riri ditetapkan sebagai tersangka di kasus perampasan aset senilai Rp 17 miliar. Nirina begitu emosional ketika menunjuk Riri yang juga dihadirkan dalam jumpa pers tersebut.

“Ini pertemuan pertama saya, setelah orang-orang di belakang saya ini menjadi tersangka dan akhirnya ditahan….khususnya saudara Riri, yang ibu saya selamatkan dari keluarga tirinya yang tidak terima dirinya, dibawa ke rumah ibu saya, diberikan pekerjaan yang layak. Ini dia orangnya,” ujar Nirina sambil menangis tak kala membendung air matanya.

Baca juga : Karena marahi Suami, Istri di Penjarakan

Nirina kemudian berhenti sejenak dan menahan tangisnya. Nirina kemudian mengungkap bagaimana keluarganya mempekerjakan Riri sebagai asisten untuk membantu ibundanya dan telah berkerja selama puluhan tahun.

“Mengenai ART di sini adalah dia asisten dari ibu saya. Betapa kami terima dia berada di rumah kami karena dia berlatar belakang D4. Walau keluarga tiri dia tidak menerima dia, tapi ibu saya tetap menampung untuk terima dia memberikan kesempatan buat dia dan suaminya,” kata Nirina.

Suara Nirina terdengar bergetar sepanjang memberikan keterangan pada jumpa pers. Dia pun acap kali menarik napas panjang saat bercerita mengenai tersangka.

Terlihat sesekali Nirina menyeka air matanya. Menarik napas dan mencoba kembali melanjutkan perkataannya. Nirina mengaku tidak habis pikir atas tindakan pelaku. Pasalnya, Riri menjadi salah satu orang terdekat dari keluarganya.

Baca juga : Rekor Harian Corona Terendah 2021

Riri Khasmita diketahui bekerja dengan keluarga Nirina Zubir sejak tahun 2009. Dia secara khusus menjadi asisten dari ibu Nirina Zubir, Cut Indria Martini.

“Kembali lagi dia jadi salah satu orang terdekat di keluarga kami dan kita berikan kesempatan tapi inilah yang terjadi,” terang Nirina.

Tersangka Riri Khasmita diketahui telah melakukan pemalsuan hingga pengalihan kepemilikan sertifikat tanah milik keluarga Nirina. Total ada enam sertifikat tanah yang diubah kepemilikannya oleh tersangka Riri.

Dalam aksinya dia dibantu oleh suaminya, Endrianto. Tiga orang notaris pun turut membantu aksi kejahatan Riri Khasmita. Penyelidikan kepolisian mengungkap awal kejahatan yang dilakukan oleh Riri. Awalnya, pelaku Riri dipercaya oleh almarhum untuk mengurus pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) oleh ibu Nirina.

“Awalnya dipercaya oleh almarhum untuk mengurus, pertama pembayaran PBB-nya. Dikasih surat kuasa oleh almarhum. Tetap berkembang karena terlalu dipercaya oleh almarhum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Pelaku Riri lalu memanfaatkan kepercayaan yang diberikan oleh keluarga Nirina. Niat jahat untuk melakukan penipuan pun muncul.

Saat pelaku Riri memiliki enam sertifikat tanah milik keluarga Nirina, dia kemudian melakukan peralihan kepemilikan tanpa sepengetahuan keluarga Nirina. Saat itu pelaku Riri berdalih enam sertifikat itu telah hilang.

“Sertifikatnya dipegang si pembantu ini sehingga timbul niatan para pelaku ini memalsukan surat autentik untuk menguasai semuanya. Dia ubah namanya dari enam sertifikat. Satu diubah atas nama suaminya dan kemudian yang lima ini atas namanya (tersangka Riri),” jelas Yusri.

Aksi peralihan sertifikat tanah yang dilakukan pelaku diketahui telah terjadi sejak 2016. Tiga sertifikat bahkan telah dijual pelaku kepada orang lain. Total kerugian yang diderita keluarga Nirina Zubir atas tindakan pelaku mencapai Rp 17 miliar.

Polisi memastikan penyelidikan kasus mafia tanah yang merampas aset keluarga Nirina Zubir tidak berhenti sampai di lima tersangka saat ini. Indikasi adanya tersangka baru terbuka lebar.

“Kemungkinan bakal ada lagi tersangka lain. Ini masih kita lakukan pendalaman dan mungkin akan berkembang lagi,” pungkas Yusri.