Gambar Ilustrasi Reuni 212
5de50aee755ca Reuni 212 Belum Mengantongi Izin Resmi
Gambar Ilustrasi Reuni 212

TRIZNESIA.COM – Polda Metro Jaya belum mengeluarkan izin terkait akan diadakannya Reuni Akbar 212 di Jakarta. Panitia Reuni 212 mengatakan pihaknya masih berupaya memenuhi persyaratan yang dilayangkan untuk penyelenggaraan ini di masa pandemi Covid-19.

“Yang jelas kita masih berusaha untuk memenuhi persyaratan itu walaupun kita tahu agak berat,” ujar Ketua Panitia Reuni 212 Eka Jaya, Kamis (25/11/2021).

Kata Eka salah satu syarat yang harus dipenuhi terkait rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub). Dia mengatakan Dishub tidak pernah mengeluarkan rekomendasi dan menunggu surat dari Intelkam.

Baca juga : Persiapan Reuni 212, Rencana Lokasi di Monas

“Syarat yang diajukan seperti rekomendasi dari Dishub. Sementara Dishub sendiri menunggu surat dari Intelkam dan Dishub tidak pernah mengeluarkan rekomendasi. Jadi kayak ayam sama telur,” lanjut Eka.

Eka pun mengatakan pihaknya telah menyerahkan permohonan rekomendasi ke Satgas Covid-19 yang diserahkan di Balai Kota hari ini.

“Surat permohonan rekomendasi untuk Satgas Covid sudah ane (saya) serahkan siang tadi ke Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota DKI,” kata Eka.

Panitia Reuni 212 menyebutkan akan melakukan aksi super damai dan berharap Polda Metro Jaya memberikan izin dan acara berjalan dengan baik.

“Kita akan melakukan aksi super damai. Tanpa surat izin hanya pemberitahuan saja dan diisi dengan orasi-orasi,” ujar Eka.

Baca juga : Demo Besar Tuntutan Kenaikan UMP di Jakarta Hari Ini

“Demo atau aksi super damai jalan terakhir yang akan kita lakukan andai surat izin kita tidak di berikan. Saya masih berharap Polda Metro memberikan izin agar kami bisa menjalankan temu kangen ini, agar lebih sejuk dan nyaman dengan mendengarkan tausiah dari ulama ulama kita,” sambungnya.

Namun, hingga saat ini Polda Metro Jaya belum mengeluarkan izin Reuni 212 digelar di sekitar Patung Kuda seberang kawasan Monas, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya mengatakan ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi panitia, salah satunya belum ada rekomendasi dari Satgas Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menjelaskan kegiatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak di tempat umum harus mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP). STTP itu menjadi lampu hijau dari polisi dalam terlaksananya kegiatan keramaian tersebut dalam kondisi seperti ini.

“Polri miliki kewenangan untuk terima surat pemberitahuan masyarakat dan surat permohonan izin keramaian. Kemudian setelah itu diterbitkamnya kita kenal STTP atau surat tanda terima pemberitahuan terkait surat izin keramaian,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11).

Baca juga : Geram Kerap Di Tunding Oleh Ayah Kandung Vanessa Angel, Ayah Kandung Bibi Andriansyah Angkat Bicara

Di masa pandemi seperti ini, selain persyaratan umum yang harus dipenuhi, panitia harus mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19. Kegiatan kerumunan saat ini masih ketat mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Terkait kegiatan Reuni 212 pihak panitia harus mengacu pada peraturan yang berlaku di mana mereka wajib memenuhi syarat administrasi, yaitu surat permohonan izin keramaian dan harus ada rekomendasi dari Satgas Covid karena saat ini situasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya masih dalam situasi pandemi Covid-19,” terang Zulpan.

Pihak panitia Reuni 212 pun harus mengantongi izin dari pengelola tempat berlangsungnya acara tersebut, yakni Pemprov DKI Jakarta. Acara Reuni 212 diketahui akan dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Selain itu, pihak panitia nantinya harus mengantongi izin rekomendasi dari Polres Metro Jakarta Pusat hingga pengajuan proposal kegiatan Reuni 212 ke pihak kepolisian.