Gambar Ilustrasi

TRIZNESIA.COM – Saat ini PT Angka Pura I (Persero) alias AP I membuka opsi pensiun dini bagi karyawannya. Opsi ini muncul sebagai buntut dari semakin buruknya kondisi keuangan selama pandemi Covid-19

Direktur SDM dan Umum Angkasa Pura I M. Arifin Firdaus, menyebutkan, pilihan pension dini tersebut untuk meningkatkan efisiensi kinerja SDM di perseroan. 

“Untuk 2022 kemungkinan kami akan mempersiapkan pensiun dini agar lebih mempercepat dan lebih efektif pelaksanaan SDM di AP I,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip, Kamis, 9 Desember 2021.

Namun tak hanya itu, AP I juga mengambil kebijakan untuk menunda pembayaran gaji dan tunjangan karyawan akibat terimbas Covid-19. Perseroan pun berencana mengurangi jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) secara bertahap.

Baca juga : Viral Bandara Kualanamu Dijual ke India, Ini Penjelasan BUMN

Penundaan dalam pembayaran gaji karena adanya pengurangan biaya transportasi sejalan dengan pemberlakuan work from home (WFH) dan work from office (WFO) sebesar 25 persen.

Dalam prognosa AP I pada akhir tahun, disebutkan BUMN tersebut masih akan membukukan kerugian senilai Rp 3,24 triliun. Apalagi jumlah penumpang di 15 bandara di bawah pengelolaan AP I jeblok atau kini hanya berkisar di angka 20.000-30.000 per hari. 

Sementara itu, perusahaan berencana mengurangi jumlah karyawan baik di kantor pusat maupun cabang. AP I mulai memangkas jumlah jabatan dengan mengubah dan menggabungkan struktur organisasi yang punya kesamaan penugasan. 

AP I juga akan memperhitungkan kembali kebutuhan jumlah SDM di masing-masing kantor cabang, yang berlaku baik bagi karyawan tetap maupun kontrak (outsourcing).Selain kerugian, dalam prognosa tersebut juga dicantumkan tambahan utang Angkasa Pura I per November 2021. Jika dijumlahkan dengan penundaan pembayaran perusahaan kepada karyawan dan supplier, maka utang yang dicatatkan perseroan mencapai Rp 4,7 triliun.