Gambar Ilustrasi

TRIZNESIA.COM – Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di Jakarta dimulai hari ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono meninjau kick off vaksinasi COVID-19. Pantauan di lokasi, Selasa (14/12/2021), Anies tiba di SDN Cempaka Putih Timur 03, Jakarta Pusat, sejak pukul 07.49 WIB. Selang beberapa menit, Wamenkes Dante menyusul tiba di lokasi.

Keduanya langsung memulai peninjauan dengan menyambangi meja screening. Setelah melakukan pendaftaran, para siswa tampak duduk menjaga jarak menunggu giliran screening. Setelahnya, para siswa langsung menuju meja vaksinasi. Adapun vaksin yang disuntikkan jenis Sinovac.

“Kamu kelas berapa?” tanya Anies ke seorang anak.

Baca juga : Waspada 10 Gejala Varian Virus Corona Omicron!

Siswa tampak tenang ketika petugas menyuntikkan vaksin. Petugas pun langsung memberikan kartu vaksinasi dan memberi tahu jadwal penyuntikan dosis kedua.

“Nanti kartunya jangan lupa di bawa saat penyuntikan dosis kedua ya,” ucap petugas kepada seorang anak.

“Iya, Bu,” jawabnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengizinkan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Hal ini tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021 aturan periode Natal dan tahun baru.

“Memulai vaksinasi anak usia 6 (enam) tahun sampai dengan 11 (sebelas) tahun dengan ketentuan, telah mencapai target minimal 70 persen (tujuh puluh persen) dosis pertama total sasaran dan target minimal 60 persen (enam puluh persen) dosis pertama lansia sesuai dengan aturan yang berlaku,” tulis aturan Inmendagri yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 9 Desember 2021.

Sebelum menjalankan vaksinasi anak, dalam poin lainnya pemerintah ingin menggencarkan vaksinasi lansia di wilayah masing-masing.

Baca juga : Enam kasus pertama Omicron ditemukan di Turki

“Melakukan percepatan pencapaian target vaksinasi di wilayah masing-masing, untuk dosis pertama mencapai target 70% (tujuh puluh persen) dan dosis kedua mencapai target 48,57% (empat puluh delapan koma lima puluh tujuh persen) dari total sasaran, terutama vaksinasi bagi lansia sampai akhir bulan Desember 2021,” sambung dia.

Masuk periode Nataru, pemerintah juga memperketat arus mudik khusus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI). Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan digencarkan di fasilitas umum, pusat perbelanjaan, restoran, hingga tempat wisata dan ibadah.