Banjir Malaysia mengharuskan ribuan warga mengungsi

TRIZNESIA.COM – Akibat banjir Malaysia sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi menyusul bencana banjir akhir pekan lalu, salah satu terparah yang pernah melanda Malaysia dalam beberapa dasawarsa.

Hujan deras selama tiga hari pada akhir pekan lalu menyebabkan banjir parah di delapan negara bagian. Sebagian kota dan desa terendam air. Pemerintah mendapat kecaman keras atas responnya yang dinilai sangat lambat dalam menangani bencana. Beberapa orang dilaporkan hilang, dan jumlah korban tewas dikhawatirkan akan meningkat tajam.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“Sejauh ini belum ada laporan WNI meninggal. Semua [korban] warga setempat,” kata Hermono, Selasa (21/12).

Sampai Senin ini (20/12), diperkirakan 51.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka. Sebagian besar korban banjir berasal dari Pahang, di pantai timur Malaysia, salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampaknya.

Selangor, negara bagian yang padat penduduknya dan tempat ibu kota Kuala Lumpur berada, juga terkena dampak yang parah.

Pemerintah Malaysia mencari kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 karena ribuan orang telah berkumpul di tempat penampungan sementara. Dan hujan sebagian besar telah mereda pada Senin (20/12), dan beberapa warga kembali ke rumah mereka yang rusak saat banjir surut.