Saat pelaku menendang korban di depan minimarket

TRIZNESIA.COM – Halpian Sembiring Meliala (45), mantan kader Satgas Cakra Buana PDIP yang menjadi tersangka kasus pemukulan remaja, F (17), di Medan, Sumatera Utara (Sumut), ‘selamat’ dari penahanan. Begini penjelasan pihak Polda Sumut.

“Berdasarkan aturan undang-undang, terhadap tersangka tidak dapat dilakukan penahanan karena ancaman pidana penjara di bawah 5 tahun,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/12/2021).

Karena tidak ditahan, Halpian dikenakan wajib lapor seminggu sekali dengan menghadap penyidik Polda Sumut. Meski tersangka tidak ditahan, Kombes Hadi memastikan penanganan kasus pemukulan ini tetap berjalan.

Seperti diketahui, kasus pemukulan remaja 17 tahun di Medan ini berawal dari kejadian mobil yang dikendarai Halpian menyenggol sebuah motor. Pemilik motor, yang tak lain adalah remaja inisial F itu menegur Halpian selaku sopir.

Tak diterima ditegur, Halpian menendang dan beberapa kali memukul remaja tersebut. Peristiwa ini, mulai mobil menyenggol motor sampai Halpian menendang dan memukul remaja tersebut terekam dalam CCTV, yang videonya kemudian viral.

Baca juga: Waspada 10 Gejala Varian Virus Corona Omicron!

Keluarga dari remaja tersebut memang membuat laporan ke polisi. Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan lalu menetapkan tersangka dan mengamankan Halpian pada Jumat (24/12).

Halpian membela diri terkait tendangan dan ‘bogem mentah’ yang didaratkan ke tubuh remaja inisial F. Pengakuan Halpian ke polisi, dia mengaku kesal karena remaja tersebut tidak sopan saat menegurnya.

“Keterangan awal tersangka bahwa yang bersangkutan motifnya sakit hati, karena merasa anak korban ini tidak sopan sama dia kata-katanya,” ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dalam konferensi pers di medan, Sabtu (25/12).

Dalam kasus ini, eks kader Satgas Cakra Buana PDIP itu dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 juncto 76 c UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp 72 juta.

PDIP Sumut pun mengambil tindakan setelah Halpian ditangkap. PDIP memecat Halpian dari jabatannya di Satgas Cakra Buana PDIP.

“Kita sedikit pun tidak menoleransi aksi-aksi atau tindakan yang tidak mencerminkan sebagai kader PDI Perjuangan,” ujar Ketua PDIP Sumut Rapidin Simbolon.

Rapidin telah berpesan agar Satgas tidak arogan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Makanya, setelah mendengar berita viral ini, DPD PDI Perjuangan tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan memberhentikan Sdr Halpian Sembiring Meliala sebagai Sekretaris Satgas, karena tindakannya tidak mencerminkan sebagai anggota PDI Perjuangan dan Satgas yang menjunjung tinggi nilai Pancasila,” tutur Rapidin.