Gambar Ilustrasi

TRIZNESIA.COM – Wacana penggantian warna pelat nomor kendaraan akan terealisasikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai pertengahan 2022. Perubahan warna pelat kendaraan ini sebelumnya telah di atur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. 

Dalam Pasal 45, di jelaskan bahwa pelat nomor untuk kendaraan bermotor perseorangan, badan hukum, PNA, dan Badan Internasional akan berubah menjadi warna putih dengan tulisan hitam. Yang mana sebelumnya, pelat nomor kendaraan yang beredar sejauh ini memiliki warna hitam dengan tulisan putih. Korlantas Polri saat ini hanya tinggal menunggu pengadaan barang dan jasa dari pemerintah yang tengah memasuki tahap lelang. 

“Anggarannya sudah ada, kita sudah rancang juga spesifikasi teknis untuk TNKB warna dasar putih dengan tulisan hitam. Tinggal tunggu pengadaan barang dan jasa saja,” ungkap Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol M. Taslim Chairuddin.

“Sekarang sudah masuk ke tahap lelang, mudah-mudahan di pertengahan Januari 2022 sudah putus pemenangnya sehingga langsung bisa produksi material TNKB terkait,” lanjutnya.

Baca juga: BI Buka Peluang Perpanjang DP 0 Persen

Proses penggantian warna pelat nomor kendaraan ini tidak bisa langsung di terapkan secara menyeluruh sekaligus. Karena pihak Korlantas masih menghabiskan material lama serta menyesuaikan masa berlaku STNK pemilik. Sementara itu, pengadaan material pelat nomor menggunakan uang negara, sehingga harus di habiskan. 

“Bisa saja sebenarnya langsung, tapi ada tambahan biaya untuk mengecat ulang TNKB. Itu tak elok mengingat pada instrumen terkait ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)-nya,” jelas dia. 

Ia juga menjelaskan, kendaraan yang mendapat pelat nomor baru berwarna putih adalah kendaraan baru dan kendaraan yang masa berlaku STNK-nya sudah habis (pajak lima tahunan). Karena itu, penggunaan pelat berwarna hitam di masa transisi bukanlah suatu tindakan ilegal.

“Boleh jadi saat pertengahan tahun ini, TNKB di jalan masih belang-belang. Tolong dimaklumi, bukannya kita tak konsisten tetapi itu merupakan masa-masa transisi penggunaan TNKB berwarna dasar putih,” ujarnya.

Taslim menjelaskan alasan mengapa perubahan pelat nomor kendaraan yang sudah bertahan selama puluhan tahun ini merupakan untuk optimalisasi penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). ETLE adalah sistem menilang kendaraan yang melakukan pelanggaran dengan bantuan kamera sebagai bukti pelanggarannya. Pelat nomor yang ada saat ini (hitam putih) berpotensi terjadi salah baca oleh kamera ETLE.