Jokowi Larang Ekspor, Harga Komoditas Dunia Langsung Naik
Jokowi Larang Ekspor, Harga Komoditas Dunia Langsung Naik

Triznesia.com Jokowi Larang Ekspor, Harga Komoditas Dunia Langsung Naik. Jokowi Larang Ekspor, Harga Komoditas Dunia Langsung Naik. Harga komoditas tersebut langsung naik dan kini berada di level US$ 196,5 per metrik ton.

Bursa ICE Newcastle pada Kamis, 6 Januari 2022, mencatat harga batu bara untuk kontrak Januari menembus rekor tertinggi pada tahun ini yakni US$ 196,5 per metrik ton. Harga ini naik 16,6 poin di bandingkan hari perdagangan sebelumnya US$ 179,9 per metrik ton.

Larangan Ekspor yang di rilis pemerintah berlaku sampai 31 Januari 2022. Keputusan ini di ambil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seiring dengan menipisnya pasokan batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dan milik independent power producer (IPP).

Kementerian ESDM beranggapan menipisnya stok batu bara ini berakibat pada sekitar 20 PLTU dengan kapasitas daya 10.000 MW. Angka ini setara dengan potensi gangguan bagi 10 juta lebih pelanggan PLN.

Para pengusaha merespons kebijakan pemerintah itu, pasalnya tidak sedikit dari mereka yang patuh dengan aturan wajib pasok batu bara ke dalam negeri atau DMO tapi akhirnya juga harus terkena larangan ekspor. Kebijakan itu juga di nilai bakal jadi buah simalakama atas iklim investasi di Indonesia.

Baca JUga: BUMN Targetkan Proses PKPU Garuda Rampung Pertengahan 2022 

Soal ini, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meyakini larangan ekspor batu bara sejak 1-31 Januari 2022 tidak akan mempengaruhi minat investasi ke Tanah Air. “Enggak apa-apa. Enggak ada pengaruhnya kepada investasi,” ujar Bahlil di kantornya, Jumat, 7 Januari 2022, mengutip laman tempo.co.

Ia juga optimistis tidak ada stigma buruk dari investor kepada Indonesia lantaran kebijakan tersebut. Menurut dia, persoalan krisis energi apabila tidak di tangani justru berdampak buruk untuk perekonomian di Tanah Air.

“Mana yang lebih buruk, kita menghentikan ekspor batu bara tapi listrik kita nyala atau kita ekspor tetapi listrik kita mati? Jadi dalam situasi seperti ini nasionalismenya harus keluar dong,” kata Bahlil.

a pun menegaskan bahwa sejatinya ia adalah pihak yang pro investasi. Namun, ia tetap lebih mencintai negara ini. “Kalau enggak di tutup listrik kita mati. Jadi penuhi dulu DMO-nya,” kata dia.

DMO itu, menurut Bahlil, harusnya 25 persen dari total produksi batu bara. Sehingga, kalau ekspor Indonesia lebih dari 500 juta ton, maka kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri berkisar 135-140 juta ton.

“Masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajiban DMO-nya,” ujar Bahlil. Nantinya, kalau kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, Bahlil berujar bahwa keran ekspor batu bara pasti akan di buka kembali.

Jokowi Larang Ekspor, Harga Komoditas Dunia Langsung Naik

Artikel Asli