Bupati Penajam Paser Utara Disuap
Tangkap layar youtube KPK.

Triznesia.com – OTT Bupati Penajam Paser Utara KPK Sita uang senilai Rp 1 miliar pada operasi tangkap tangan (OTT) KPK Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur. KPK mengatakan uang tersebut ada di dalam koper yang di bawa Abdul Gafur ketika sedang di mal Plaza Senayan.

Abdul Gafur di suap Terkait sederet proyek besar seperti proyek jalan hingga pembangunan gedung perpusatakaan. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan proyek jalan tersebut punya nilai kontrak Rp58 miliar dan pembangunan perpustakaan bernilai kontrak Rp9,9 miliar.

“Atas adanya beberapa proyek tersebut, Tersangka AGM selaku Bupati di duga memerintahkan MI (Mulyadi) selaku Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara, EH (Edi Hasmoro) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, dan JM (Jusman) selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (13/1/2022).

Abdul Gafur Disuap Terkait Sederet Proyek Besar

Bukan cuma itu saja, Bupati Penajam Paser Utara juga di duga menerima suap perihal izin hak guna usaha lahan sawit serta pemecah batu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Tersangka AGM juga di duga telah menerima uang tunai Rp1 miliar dari tersangka AZ (Achmad Zuhdi alias Yudi) yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp64 miliar di Kabupaten Penajam Paser,” katanya.

KPK sendiri menetapkan enam tersangka pada kasus OTT ini. Mereka adalah Abdul Gafur Mas’Ud selaku Bupati Penajam Paser Utara, Nur Afifah Balqis selaku Bendaraha Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan (penerima suap), Mulyadi selaku Plt Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara (penerima suap), Jusman selaku Kabid Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pemkab PPU (penerima suap), Yudi selaku pihak swasta, Edi Hasmoro selaku Kepala Dinas PUTR  (penerima suap).

Mereka di kenakan Pasal 12 huruf a atau b atau 11 atau Pasal 12 m dan Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Achmad Zuhdi selaku pemberi suap di kenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Berita terkini

Bupati Penajam Paser Utara Disuap Terkait Sederet Proyek Besar