Senin, Desember 6, 2021
Categories:

Harga Batu Bara Diramal Meredup di 2022

Batu-Bara Harga Batu Bara Diramal Meredup di 2022
Harga Batu Bara Diramal Meredup di 2022

TRIZNESIA.COM – Harga batu bara di ramal meredup di tahun 2022 setelah mencapai puncaknya di tahun ini. Hal itu juga di sebabkan sentimen oleh China yang sudah mempercepat persetujuan tambang batu bara baru untuk meringankan krisis listriknya pada tahun 2021.

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap menebak, akan ada peningkatan produksi batu bara domestik yang signifikan di China terlebih dahulu pada kuartal IV-2021. Kerena, berdasarkan data Bloomberg, hampir sekitar 220 juta metrik ton kapasitas batu bara brownfield sudah di beri lampu hijau dan 120 juta ton masih tertunda.

“Di sisi lain, kami memperkirakan produksi batu bara domestik India terus meningkat, impor batu bara India dapat terus turun pada 2022. Untuk persediaan batu bara India, menurut kami angka bulan September adalah tanda awal bahwa persediaan batu bara akan pulih di dukung oleh produksi batu bara domestik yang lebih tinggi di masa mendatang,” beber Juan dalam risetnya, Selasa (23/11/2021).

Selain itu, Konferensi Para Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan pertemuan di Glasgow dari 31 Oktober-13 November untuk KTT tahunan ke-26 (COP26) untuk mengatasi perubahan iklim terlihat banyak tekanan terhadap industri batu bara.

Baca Juga: 5 Arahan Presiden RI terkait Pemulihan Ekonomi Nasional

Mirae Asset masih melihat permintaan batu bara China akan bertahan dalam jangka menengah, karena ada sejumlah besar kapasitas pembangkit listrik termal terpasang di China.

“Kami mencatat bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara China yang beroperasi sepanjang tahun 2020 meningkat menjadi 1,0 juta MW (+4,2% YoY),” katanya.

Lebih lanjut, Mirae Asset mempertahankan permintaan Overweight pada sektor batu bara Indonesia, meskipun mereka memperkirakan asumsi harga batu bara rata-rata pada 2022 akan turun menjadi USD100 per ton dari USD126 per ton.

“Namun, kami memperkirakan transisi untuk energi terbarukan masih akan menantang dalam waktu dekat, dan asumsi harga batu bara sebesar USD100 per ton pada 2022 masih menguntungkan bagi industri batu bara Indonesia,” tutup Juan.

RELATED ARTICLE

Latest Articles