Senin, Desember 6, 2021
Categories:

Belanda Kembali Lockdown, Demonstran Bentrok dengan Polisi

belanda-lockdown-1024x642 Belanda Kembali Lockdown, Demonstran Bentrok dengan Polisi
Belanda Kembali Lockdown, Demonstran Bentrok dengan Polisi. © Provided by The Telegraph

Triznesia.com – Hampir 200 orang demonstran anti-lockdown bentrok dengan polisi ketika Belanda kembali menerapkan lockdown parsial pada hari Sabtu, 13 November 2021, yang di sebabkan kasus Covid-19 yang kembali meningkat tajam.

Ratusan pengunjuk rasa anti-lockdown juga melemparkan batu dan kembang api di tembak meriam air oleh polisi Belanda di Den Haag.

Ketegangan terjadi setelah Perdana Menteri Mark Rutte mengumumkan penerapan kembali lockdown parsial pada konferensi pers Jumat, Metro melaporkan, 13 November 2021.

Baca Juga: Inggris: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Walaupun kematian akibat Covid-19 di Belanda tetap rendah, akan tetapi negara itu mencatat jumlah infeksi harian tertinggi pada Jumat, ketika petugas medis memperingatkan rumah sakit berada di bawah tekanan besar karena lonjakan.

Rumah sakit di Belanda merawat sekitar 1.790 orang dengan Covid-19 pada Sabtu, menurut laporan NL Times. Angka itu 28 persen lebih tinggi di bandingkan seminggu sebelumnya. Peningkatan 28 persen lainnya akan membuat total mendekati 2.300.

Lockdown baru efektif di mulai pada 13 November dengan bar, restoran, dan supermarket terpaksa tutup pada jam 8 malam selama tiga minggu ke depan dan orang-orang disuruh bekerja dari rumah.

Toko yang menjual barang-barang yang tidak penting harus tutup pada pukul 6 sore, dan pertandingan olahraga akan kembali di adakan tanpa penonton.

Hampir 85% dari populasi dewasa Belanda telah divaksin penuh. Program vaksin booster yang akan di mulai pada Desember untuk orang tua dan petugas kesehatan kini telah dimajukan.

Belanda adalah negara pertama di Eropa Barat yang kembali memberlakukan lockdown sejak gelombang infeksi baru Covid-19 mulai melonjak di beberapa bagian Eropa.

SourceTempo.co

RELATED ARTICLE

Latest Articles